Blogger Widgets Teknik Non Tes ~ Ikrimatul Husna

Rabu, 20 November 2013

Teknik Non Tes



BAB 1. PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Setiap peserta didik adalah pribadi unik yang memiliki perbedaan antara satu sama lain (individual differences). Pengenalan dan pemahaman individu akan menjadi kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar, sebab dengan mengenali dan memahami peserta didik, seorang pendidik akan mampu menentukan cara atau metode yang akan dipilih sesuai dengan karakteristik individu peserta didik. Pengenalan dan pemahaman yang baik terhadap peserta didik ini pada ujungnya akan membantu para peserta didik agar dapat berkembang secara optimal dalam proses pendidikannya.
Usaha pengenalan dan pemahaman terhadap individu peserta didik dilakukan dengan melakukan pengumpulan data/keterangan yang selengkap – lengkapnya mengenai peserta didik dan lingkungannya. Proses pengumpulan data tersebut dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu: teknik tes dan teknik nontes. Dalam hal ini, teknis nontes menjadi penting sebab ada beberapa data peserta didik yang tidak dapat digali dengan menggunakan teknik tes, misalnya: kebiasaan belajar siswa dan lingkungan sekitar siswa.
Oleh karena itu, pengetahuan tentang teknik nontes berikut metode – metode pengumpulan data yang digunakan merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami dalam usaha mengenali dan memahami peserta didik.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apakah definisi dan tujuan penggunaan teknik nontes?
2.      Apa saja teknik pengumpulan data yang digunakan dalam teknik nontes untuk memahami peserta didik?

C.       Tujuan
1.      Untuk memahami definisi dan tujuan penggunaan teknik nontes
2.      Untuk memahami jenis – jenis teknik pengumpulan data yang digunakan dalam teknik nontes untuk memahami peserta didik
D.      Manfaat
1.      Penyusunan makalah ini dapat menambah pengetahuan kita akan pentingnya mengenali dan memahami peserta didik
2.      Makalah ini dapat menjadi sumber informasi tambahan tentang teknik nontes untuk memahami peserta didik


























BAB 2. PEMBAHASAN

A.      Teknik Nontes
Teknik non-tes merupakan salah satu teknik dalam mengenali dan memahami peserta didik sebagai individu. Teknis nontes berkaitan dengan prosedur pengumpulan data untuk memahami pribadi siswa pada umumnya yang bersifat kualitatif.
Teknik nontes merupakan teknik pengumpulan data yang tidak baku dan hasil rekayasa dari guru dan sekolah. Adapun kegunaan teknik nontes ialah untuk mengumpulkan data yang tidak dapat dikumpulkan dengan teknik tes, seperti kebiasaan belajar siswa baik di sekolah maupun di rumah, keterangan orangtua dan lingkungannya mengenai diri siswa, dan lainnya.
Teknik nontes sangat penting untuk dipahami mengingat data siswa tidak hanya menyangkut hal – hal yang sifatnya kuantitatif, biasanya berupa data kognitif siswa, melainkan juga menyangkut hal – hal yang tidak kalah penting untuk dikenali dan dipahami yaitu data – data kualitatif siswa, seperti aspek non kognitif dan lingkungan siswa.

 Teknik Nontes
1.      Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan teknik untuk merekam data atau keterangan atau informasi tentang diri seseorang yang dilakukan secara langsung atau tidak langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung, sehingga diperoleh data tingkah laku seseorang yang menampak (behavior observable), apa yang dikatakan dan apa yang diperbuatnya.
·           Menurut cara tujuannya, observasi dapat dibedakan menjadi 3 macam.
a.     Observasi partisipatif, yaitu observasi yang dilakukan oleh observer (pengamat) dengan turut mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh objek yang diobservasi.
b.    Observasi sistematis, yaitu observasi yang direncanakan terlebih dahulu aspek-aspek yang akan diobservasi sesuai dengan tujuan, waktu, dan alat yang dipakai.
c.     Observasi eksperimental, yaitu observasi yang dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengaja diadakan.
·           Berdasarkan hubungan observer dengan kelompok yang diamatinya, observasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a.    Partisipan penuh, yaitu observer manyamakan diri dengan orang yang diobservasi.
b.    Observer sebagai pengamat, yaitu masing-masing pihak menyadari peranannya. Observer sebagai pengamat membatasi diri dalam berpartisipasi sebagai pengamat, dan observee menyadari bahwa dirinya adalah objek pengamatan.
c.    Observer sebagai partisipan, yaitu observer hanya berpartisipasi sepanjang yang dibutuhkan dalam penelitiannya.
d.   Pengamat sempurna (complete observer), yaitu observer hanya menjadi pengamat tanpa partisipasi dengan yang diamati.
Agar data yang dikumpulkan melalui observasi ini dapat dicatat dengan sebaik-baiknya, maka diperlukan pedoman observasi. Bentuk-bentuk pedoman observasi antara lain.
a.    Daftar cek (checklist)
Daftar cek adalah suatu daftar pernyataan yang memuat aspek-aspek yang mungkin terdapat dalam suatu situasi, tingkah laku, atau kegiatan individu yang sedang diamati. Semua aspek yang akan diobservasi dijabarkan dalam suatu daftar sehingga pada waktu observasi, observer (pengamat) tinggal membubuhkan tanda cek terhadap ada atau tidak adanya aspek-aspek yang menjadi pusat perhatian bagi diri individu atau kejadian yang diobservasi. Daftar cek ini dapat digunakan untuk mengobservasi individu atau kelompok individu.
Gejala-gejala perilaku atau tingkah laku seseorang yang dapat diobservasi dengan teknik ini antara lain: kebiasaan belajar, aktivitas belajar dan bekerja, kepemimpinan dan kerjasama, pergaulan, dan topik lain yang relevan dengan kegiatan akademik dan nonakademik dalam kehidupan sekolah.
b.    Skala penilaian (rating scale)
Skala penilaian merupakan alat pengumpul data yang dipergunakan dalam observasi untuk menjelaskan, menggolongkan, dan menilai individu atau situasi. Dalam skala penilaian, aspek yang diobservasi dijabarkan dalam bentuk skala.
Skala penilaian pada umumnya terdiri dari suatu daftar yang berisi ciri-ciri tingkah laku atau sifat yang harus dicatat secara bertingkat sehingga observer hanya memberikan tanda cek pada tingkat mana gejala atau ciri-ciri tingkah laku itu muncul. Berdasarkan pada alternatif skala yang dipakai untuk menilai dan menggolongkan gejala perilaku individu atau situasi, maka skala penilaian dapat dibedakan menjadi tiga bentuk: kuantitatif, deskriptif, dan grafis. Skala penilaian deskriptif adalah suatu alat observasi yang digunakan untuk mengamati gejala atau ciri-ciri tingkah laku individu atau situasi dalam mana alternatif skalanya dijabarkan dalam bentuk kata-kata. Skala penilaian grafis adalah suatu alat observasi yang digunakan untuk mengamati gejala atau ciri-ciri tingkah laku individu atau situasi di mana alternatif skalanya dijabarkan dalam bentuk grafis (garis).
c.    Catatan anekdot (anecdotal records)
Catatan anekdot biasa juga dikenal dengan catatan berkala. Dalam catatan berkala, observer tidak mencatat kejadian-kejadian yang luar biasa, melainkan mencatat kejadian pada waktu-waktu yang tertentu. Apa yang dilakukan oleh observer adalah mengadakan observasi atas cara anak bertindak dalam jangka waktu yang tertentu dan kemudian observer memberikan kesan umum yang ditangkapnya. Setelah itu, observer menghentikan observasi untuk kemudian melakukan observasi dengan cara yang sama pada waktu lain seperti waktu-waktu sebelumnya. Catatan berkala dilakukan terhadap peristiwa yang dianggap penting dalam suatu situasi yang melukiskan perilaku dan kepribadian seseorang dalam bentuk pernyataan singkat dan objektif.
d.   Alat-alat mekanik (mechanical devices)
Dengan adanya kemajuan di bidang teknik maka observer dapat menggunakan alat-alat yang lebih baik di dalam melakukan observasi, misalnya dengan foto-foto/ slide, tape recorder, dan sebagainya.

2.    Angket
Angket atau kuesioner adalah serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diajukan kepada responden untuk memperoleh jawaban secara tertulis pula. Pertanyaan/pernyataan dalam angket tergantung pada maksud serta tujuan yang ingin dicapai. Maksud dan tujuan tersebut berpengaruh terhadap bentuk pertanyaan yang ada dalam angket itu.
Pada umumnya di dalam angket itu kita dapati dua bagian pokok, yaitu: bagian yang mengandung data identitas, dan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin diperoleh jawabannya.
·           Kelebihan teknik angket
a.   Teknik angket lebih efisien karena dapat mengumpulkan data dalam jumlah responden yang besar dalam waktu yang singkat
b.  Dapat mengungkap data yang memerlukan perkembangan dan pemikiran, dan bukan jawaban spontan
c.   Dapat mengungkap keterangan yang mungkin bersifat pribadi dan tidak akan diberikan secara langsung
d.  Data yang dikumpulkan dapat lebih mudah dianalisis, karena pertanyaan yang diajukan sama
·       Kelemahan teknik angket
a.  Tidak akan dapat menjaring data yang sebenarnya jika petunjuk pengisian tidak jelas
b. Tidak dapat diketahui dengan pasti bahwa responden sungguh-sungguh dalam mengisi angket. Sering terjadi angket juga diisi oleh orang lain (bukan responden yang sebenarnya), karena dilakukan tidak secara langsung berhadapan muka antara peneliti dan responden.
c.  Tidak dapat ditambah keterangan yang dapat diperoleh lewat observasi dan angket diberikan terbatas kepada orang yang melek huruf
·                              Jenis – jenis angket
1. Dilihat dari sumber datanya, angket dibedakan sebagai berikut.
a.       Angket langsung, yaitu angket tersebut diberikan kepada orang yang dimintai pendapat atau jawabannya atau responden yang ingin diselidiki.
b.      Angket tidak langsung, yaitu angket disampaikan kepada orang lain yang dimintai pendapat tentang keadaan seseorang.
2. Dilihat dari strukturnya, angket dapat dibedakan sebagai berikut.
a.       Angket tak berstruktur, yaitu angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang menghendaki jawaban yang bebas dan uraian yang panjang lebar dari responden.
b.      Angket berstruktur, yaitu angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan beserta jawabannya yang jelas, singkat dan kongkrit.
3.  Berdasarkan jenis pertanyaannya, angket dibedakan sebagai berikut.
a.       Pertanyaan terbuka, yaitu angket yang memberikan kesempatan yang seluas-luanya kepada responden untuk memberikan jawaban atau tanggapannya.
b.      Pertanyaan tertutup, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang membuat reponden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan di dalam angkat itu.
c.       Kombinasi terbuka dan tertutup, yaitu jika jawabannya sudaj ditentukan kemudian disusun pertanyaan terbuka.
4. Menurut bentuk jawabannya, angket dibedakan menjadi:
a.       Jawaban tabuler, yaitu responden diminta menjawab dengan mengisi kolom-kolom pada tabel yang sudah tersedia
b.      Jawaban berskala, yaitu jawaban terhadap pertanyaan disusun berjenjang dimana responden diminta menyatakan pembenaran atau penolakan terhadap setiap pertanyaan sikap, sehingga diperoleh gambaran tentang derajat kecakapan, keadaan sikap, dan keadaan diri responden
c.       Jawaban dengan cek, yaitu responden menjawab dengan cara memilih salah satu dari pilihan yang tersedia
·                              Langkah – langkah penyelenggaraan angket
1.  Tahap persiapan
Langkah pertama yang dilakukan dalam menyusun angket ialah memerinci atau menjabarkan variabel-variabel yang akan diukur. Langkah kedua menetapkan model jawaban yang ditentukan oleh bentuk jawaban yang dikehendaki dari variabel angket tertentu. Adapun langkah-langkah menyusun angket, yaitu :
a.    Pengantar
Isi dari pengentar ini ialah mengadakan pendekatan terhadap responden agar bersedia memberi keterangan yang dibutuhkan.
b.   Petunjuk pengisian
Petunjuk pengisian ini harus dirancang dengan baik dan jelas sebab akan mempermudan responden dalam mengisi setiap butir pertanyaan. Petunjuk pengisian angket hendaknya dirimuskan dengan bahasa yang sederhana, singkat dan mudah dimengerti, petunjuk memuat tentang cara mengisi angket
c.    Penyusunan butir pertanyaan
Yang harus diperhatikan dalam menyusun butir pertanyaan adalah susunan kalimat hendaknya sederhana dan jelas, gunakan kata-kata yang tidak mempunyai arti ganda, pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan responden, hindarkan kata-kata yang bersifat sugestif, pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab, pertanyaan jangan menuntut siswa/ responden untuk berpikir terlalu berat, gunakan kata-kata yang netral, hindarkan kata-kata yang tidak berguna atau tidak perlu.
d. Penutup : Berisi ucapan terima kasih kepada responden atau siswa karena dedikasinya dalam bekerja sama untuk kepentingan bimbingan
2.  Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini kita mempersiapkan instrumen angket dan lembar jawaban yang diperlukan. Kemudian membagikan instrumen tersebut untuk diisi responden. Selanjutnya kita membacakan petunjuk pengisiannya dan mengecek jumlah responden yang sudah mengembalikan angket dan lembar jawabannya.
3.  Tahap Analisis Hasil
Pada tahap ini dilakukan penyekoran terhadap jawaban responden. Penyekoran ini dibedakan atas penyekoran terhadap pertanyaan-pertanyaan tertutup atau berstruktur dengan model jawaban yang sudah tersedia dan terbatas serta penyekoran terhadap pertanyaan terbuka atau tidak berstruktur yang memerlukan jawaban uraian bebas. Selanjutnya, akan diperoleh gambaran menyeluruh tentang responden.

3. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan tanya-jawab secara lisan baik langsung maupun tidak langsung yang terarah pada tujuan tertentu. Wawancara bersifat langsung apabila data yang dikumpulkan langsung diperoleh dari individu yang bersangkutan. Wawancara yang bersifat tidak langsung apabila wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh data mengenai orang lain, misalnya dengan orang tua siswa.
·        Macam – macam teknik wawancara
Menurut jumlah orang yang diwawancarai:
a.   Wawancara perorangan (individual)
b.  Wawancara kelompok
Menurut peran yang dimainkan:
a.   The non-directive interview yaitu wawancara yang digunakan dalam proses konseling.
b.  The focused interview yaitu wawancar yang ditujukan kepada orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dengan objek-objek yang diselidiki.
c.   The repeated interview yaitu wawancara yang berulang, biasanya digunakan untuk mencoba mengikuti perkembagan tertentu terutama proses sosial.
Berdasarkan subjek atau responden dan tujuan:
a.   Wawancara jabatan (the employment interview) yaitu wawancara yang ditujukan untuk mencocokkan seorang pegawai dengan pekerjaan yang tepat.
b.  Wawancara disipliner atau wawancara administratif yaitu wawancara yang ditujukan untuk “menuntut” perubahan tingkah laku individu ke arah kegiatan yang diinginkan oleh pewawancara. Wawncara ini biasanya untuk keperluan administrasi.
c.   Wawancara konseling (counceling interview) yaitu wawancara yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi atau memecahkan masalahnya, dengan kata lain wawncara ini dijalankan untuk keperluan konseling.
d.  Wawancara fact-finding
·        Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara
a.   Pewawancara
Keberhasilan pengumpulan data dengan teknik ini bergantung pula pada peranan pewawancara, yaitu:
1. Mampu menciptakan hubungan baik dengan responden (siswa)
2. Mampu menyampaikan semua pertanyaan denagn baik dan tepat.
3.  Mampu mencatat semua jawaban lisan responden denagn teliti dan jelas.
4. Mampu menggali tambahan informasi dengan menyampaikan pertanyaan yang tepat dan netral digunakan teknik probing.
b.  Responden
Dalam hal ini siswa turut mempengaruhi proses wawancara, utamanya proses kemampuan menangkap pertanyaan, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
c.   Pedoman wawancara
Hendaknya tersusun pertanyaan-pertanyaan pokok yang akan diajukan dan tersedia tempat untuk mencatat jawabannya, sehingga dapat dipahami dan dapat dijawab dengan baik oleh  siswa atau responden.
d.  Situasi
Pada dasarnya situasi wawancara perlu juga diperhatikan selam proses wawancara, seperti: waktu, tempat, ada tidaknya pihak ketiga.
·       Kebaikan/ keuntungan teknik wawancara
a.    Dengan wawancara maka pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat diperjelas oleh pewawancara sehingga responden lebih mengerti akan apa yang dimaksudkan.
b.    Bahasa dari pewaancara dapat disesuaikan dengan keadaan responden.
c.    Oleh karena terdapt hubungan langsung (face to face), maka diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik, sehingga akan mempunyai pengaruh yang baik pula terhadap hasil wawancara.
·     Kelemahan teknik wawancara
a.    Wawancara kurang hemat dan efisien baik dalam soal waktu maupun tenaga karena wawancara yang membutuhkan waktu  lama yang tentu membutuhkan banyak  tenaga.
b.    Wawancara membutuhkan keahlian, yang memerlukan pendidikan khusus yang membutuhkan waktu yang lama.
c.    Apabila telah terjadi prasangka, maka hal itu akan mempengaruhi hasil wawacara sehingga hasilnya menjadi tidak objektif.
·    Bagian – bagian wawancara
a.    Permulaan atau pendahuluan wawancara
Bagian terutama ditujukan untuk mendapatkan hubungan baik  antara pewawancara dengan responden. Biasanya diisi dengan penyampaian maksud serta tujuan dari wawancara tersebut. Peran dari bagian ini untuk mendapatkan gambaran tentang jalannya wawancara selanjutnya.
b.    Inti wawancara
Bagian ini merupakan bagian dimana maksud serta tujuan wawancara harus dapat dicapai.
c.    Akhir wawancara
Merupakan bagian untuk mengakhiri jalannya wawancara. Wawancara dapat ditutup dengan melakukan penyimpulan tentang apa yang telah dibicarakan. Kadang-kadang wawancara ditutup dengan menentukan waktu kapan wawncara itu akan dilanjutkan lagi, bila masih dibutuhkan untuk mengadakan wawancara lagi.
·    Langkah – langkah penyelenggaraan wawancara
a.    Tahap persiapan
Meliputi langkah menetapkan variabel-variabel yang akan diukur, membuat pedoman wawancara. Pedoman wawancara ini meliputi: identitas siswa, masalah yang dialami, daftar pertanyaan beserta deskripsi jawaban siswa.
b.    Tahap pelaksanaan
Pada tahap ini wawancara mempersiapkan pedoman wawancara yang akan dipakai. Kemudian pewawancara mengadakan kontrak dengan siswa/ responden untuk menentukan waktu dan tempat diadakan wawancara. Selanjutnya menentukan taktik wawancara.
Ada beberapa kode etik yang ditetapkan bagi pewawancara dalam melaksanakan tugasnya, yaitu: Cermat, Obyektif, Jujur dalam mencatat jawaban, Netral, Menulis jawaban responden secara lengkap, Menaruh perhatian dan penuh pengertian, Sanggup membuat responden tenang dan bersedia untuk menjawab pertanyaan, Harus menghargai responden.
Adapun sikap pewawancara selama proses wawancara meliputi: Ramah, Hindarkan ketegangan, Hindarkan kata-kata atau bahasan yang menimbulkan sugesti.
c.    Tahap analisis hasil
Beberapa langkah yang perlu diperhatikan selama analisis   data ialah:
1.  Pengelompokan variabel yang akan ditabulasi, seperti: variabel tempat belajar, waktu belajar, strategi belajar, fasilitas belajar, dan sebagainya.
2.  Pemberian skor jawaban, penyekoran ini tentu tidak lepas dengan bentuk pertanyaan ataupun jawaban yang diharapkan. Kemudian ditabulasi terfhadap variabel masing-masing.
3.  Hasil tabulasi tersebut akn diketahui frekuensi setiap variabel, yang selanjutnya dapat memberikan simpulan dan intrepetasinya.

4.  Sosiometri
Sosiometri dapat juga dikatakan sebagai alat yang dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok dan juga dipergunakan untuk mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya serta untuk meneliti kesulitan hubungan seseorang terhadap teman-temannya dalam kelompok, baik dalam kegiatan belajar, bermain, bekerja, dan kegiatan-kegiatan kelompok lainnya.
Metode ini biasanya digunakan pada kelompok-kelompok kecil (misalnya 10-100 orang). Apabila terlalu banyak jumlahnya, penetuan hubungan sosial antarindividu akan menjadi kabur dan akan mengalami kesulitan.
Kegunaan lebih lanjut dari teknik sosiometri ini adalah untuk :
1.    Memperbaiki hubungan insani (human relationship);
2.    Menentukan kelompok kerja tertentu;
3.    Meneliti kemampuan memimpin seseorang dalam kelompok pada suatu kegiatan tertentu.
4.    Mengatur tempat duduk dalam kelas; serta
5.    Mengetahui kekompakan dan perpecahan anggota kelompok.
Kriteria hubungan sosial / Baik tidaknya hubungan sosial individu dengan individu yang lain dapat dilihat dari beberapa segi.
a.     Frekuensi hubungan, yaitu sering tidaknya anak atau individu tersebut bergaul. Makin sering individu bergaul, pada umumnya individu itu makin baik dalam segi hubungan sosialnya. Individu yang mengisolasi diri berarti individu itu kurang sekali bergaul.
b.    Intensitas hubungan, yaitu kemendalaman atau keintiman anak atau individu atau pergaulan. Makin mendalam seseorang dalam hubungan sosialnya, hubungan sosialnya pun biasanya semakin baik.
c.     Popularitas hubungan, yaitu jumlah teman bergaul digunakan sebagai kriteria untuk melihat baik buruknya hubungan sosial. Semakin banyak teman yang dimiliki seseorang dalm pergaulannya, biasanya semakin baik pula hubungan sosialnya.
Untuk mendapatkan materi sosiometri, digunakan angket sosiometri atau kuesioner sosiometris. Prosesnya dilakukan dengan jalan meminta kepada setiap individu dalam kelompok untuk memilih anggota kelompok lainnya (tiga orang) yang disenangi atau tidak disenangi dalam bekerja sama beserta alasannya, dan masing-masing nama yang dipilih disusun menurut nomor urut yang paling disenangi ayau paling tidak disenangi. Atas dasar saling pilih antara anggota kelompok inilah dapat diketahui banyak tidaknya seorang individu dipilih oleh anggota kelompoknya, bentuk-bentuk hubungan dalam kelompok, serta kepopuleran dan keterasingan individu.
Untuk menentukan hubungan sosial ada dua macam bentuk, yaitu pemilihan sebagai arah yang positif, dan penolakan sebagai arah yang negatif. Tentang bentuk mana yang akan digunakan tergantung kepada apa yang akan dicapainya. Dengan cara ini dapat diketahui siapa saja yang populer, dan siapa saja yang terasing atau ditolak oleh teman-temannya. Hal ini amat penting, lebih-lebih bagi seorang guru dalam menyelidiki atau memahami keadaan masing-masing siswa di dalam kelas. Siswa yang terasingkan merupakan problem child yang mungkin sekali akan mengganggu kemajuan dalam pelajarannya. Untuk membantu siswa tersebut maka guru harus mengetahui alasan teman-temannya menolak dia. Jawaban itu dapat diperoleh dari alasan yang diajukan oleh setiap siswa dalam angket sosiometri itu. Berdasarkan alasan inilah kemudian guru dapat mengambil langkah lebih lanjut dalam memberikan bimbingan kepada siswa tersebut.
·         Beberapa hal yang perlu diingat dalam melaksanakan sosiometri adalah sebagai berikut:
a.    Sebelum dilancarkan hendaknya petugas berusaha menciptakan hubungan baik dengan kelompok.
b.    Petunjuk diberikan dengan jelas.
c.    Diterangkan maksud pelaksanaan sosiometri.
d.   Diselenggarakan dalam kondisi siswa tidak saling mengetahui jawabannya.
e.    Pilihan individu merupakan informasi yang bersifat rahasia.
f.     Antara individu harus saling mengenal.
·         Langkah-langkah penyelengaraan sosiometri
Persiapan
1.    Menentukan kelompok siswa yang diselidiki
2.    Memberikan informasi tertentu tentang tujuan diselenggarakannya sosiometri
3.    Mempersiapkan angket sosiometri.
Pelaksanaan
1.    Membagikan dan mengisi angket sosiometri
2.    Mengumpulkan kembali dan memeriksa apakah pengisian angket sudah benar
Analisis hasil
1.    Memeriksa hasil angket sosiometri
2.    Membuat tabulasi yang berupa matriks sosiometri
3.    Membuat sosiogram
4.    Membuat indeks pemilihan (i.p), yakni indeks pemilihan dibuat dengan rumus:
5.    Membuat hasil analisis sosiometri
·         Berikut ini merupakan langkah hasil analisi sosiometri
a.   Langkah pertama dalam analisis sosiometri adalah memeriksa angket sosiometri.
b.  Data yang diperoleh dari angket sosiometri dirangkum dalam matrik sosiometri, yaitu suatu tabel yang berisi nama pemilih, nama yang dipilih beserta urutan pilihan dan jumlah pilihannya.
c.   Sosiogram. Yaitu penggambaran hubungan sosial dalam bentuk bagan. Sosiogram dibuat berdasarkan data matrik sosiometri, yang dapat dipakai untuk melihat hubungan sosial secara keseluruhan. Sosiogram dapat dibuat dalam bentuk lajur, lingkaran atau bentuk bebas. Dari sosiogram dapat diketahui dengan jelas tentang: status sosiometri dari setiap subyek, besarnya jumlah pemilihan untuk setiap subyek, arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu, kualitas arah pilihan, intensitas pilihan, ada dan tidaknya pusat pilihan, ada tidaknya isolasi, dan kecenderungan timbulnya kelompok.
Cara membuat sosiogram
a.       Membuat sumbu ordinat dan dibuat skala yang mencakup frekuensi pemilihan terbanyak.
b.      Meletakkan setiap individu setinggi frekuensi pemilih yang diperoleh. Misalnya, A pemilihnya 5 angka, maka A diletakkan pada garis yang setinggi frekuensi 5.
c.       Membuat garis pilihan yang ditandai dengan panah.
A         B      berarti A memilih B
A          B      berarti A dan B saling memilih
A  --->  B      berarti A menolak B
A <---> B      berarti A menolak B dan B menolak A
A   <--- B      berarti A memilih B dan B menolak A
Bentuk hubungan
1.  Berbentuk segitiga (triangle), sebagai suatu persahabatan atau hubungan yang mempunyai intensitas yang cukup kuat
A




 
2.  Berbentuk bintang ( star ). Konfigurasi ini kurang baik sebab kalau A ( yang berkedudukan sebagai pusat ) tidak ada maka kelompok itu akan pecah ( disintegrasi )













 



3.   Bentuk jala ( network ). Hubungan cukup menyeluruh, baik, kuat , dan hilangnya seseorang tidak akan membuat kelompoknya bubar karena hubungan ini mempunyai intensitas cukup kuat.
                                                                                               







 
                                                                                   








 


4.  Berbentuk rantai ( chain ). Hubungan searah atau sepihak, tidak menyeluruh, kelompok demikian ini keadaannya rapuh.
 A            B       C       D
d.  Indeks pemilihan
kesimpulan secara umum diperoleh bahwa A adalah anak yang paling popular dalam kelompok tersebut, dengan mendapat jumlah pemilih 4 terdiri dari atas 3 pilihan pertama dan 1 pilihan kedua. Dengan demikian tingkat popularitas A dalam kelompok dapat dicari melalui perhitungan indeks pemilihan yaitu :
Jadi, indeks pemilihan untuk A = 1. Berarti semua anggota kelompok telah memilih A. diantara kelima anggota kelompok tidak ada yang terisolir , dapat dilihat lagi pada sosiogram. Pada sosiogram juga tampak 3 pasang anak yang saling memilih, yaitu untuk pemilih pertama, A – B ; untuk pemilih kedua C – E : sedang untuk pemilih ketiga D – E. disamping itu ada dua klik yang mencolok yaitu A – C – E dan C – D – E yang saling memilih triangle.
Berdasar pada tujuan sosiometri yaitu membentuk kelompok belajar, maka ada beberapa alternative yang dipertimbangkan untuk membuat kelompok belajar ini, disamping juga perlu dipertimbangkan dengan alasan setiap pilihan. Misalnya:
Kelompok I             : A – B –C
Kelompok II           : C – D – E
Kelompok III          : C – B – E
e.  Membuat laporan hasil analisis sosiometri
Untuk mencatat data sosiometri secara individu dapat digunakan kartu sosiometri untuk setiap siswa. Kartu ini disimpan dalam kartu pribadi.



BAB 3. PENUTUP

A.           Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab 2, dapat disimpulkan bahwa:
1.      Teknik non-tes (tanpa tes) merupakan salah satu teknik dalam mengenali dan memahami peserta didik. Teknis nontes berkaitan dengan prosedur pengumpulan data untuk memahami pribadi siswa pada umumnya yang bersifat kualitatif dan tidak dapat digali melalui teknik tes.
2.      Terdapat empat metode yang digunakan dalam mengumpulkan data melalui teknik nontes, yaitu: observasi, angket, wawancara, dan sosiometri.
3.      Keempat metode pengumpulan data tersebut memiliki ciri khas, cara, kelebihan, dan kelemahan masing – masing. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi pewawancara, responden, tujuan, dan jenis data yang ingin diperoleh.

B.            Saran
Pengenalan dan pemahaman terhadap peserta didik dan lingkungannya sangatlah penting untuk diketahui. Maka penguasaan terhadap teknis nontes merupakan suatu keharusan bagi kita mahasiswa FKIP yang nantinya akan menjadi kunci keberhasilah pendidikan di Indonesia.
Kebiasaan meneliti peserta didik melalui berbagai metode harus dilaksanakan oleh para pendidik sehingga para pendidik akan mengenal dan memahami secara maksimal peserta didiknya.






Lampiran 1. Contoh pedoman observasi dengan menggunakan metode daftar cek

Pedoman Observasi : Daftar Cek (individual)
I.                   Identitas Siswa
1.      Nama                                       :
2.      Kelas/program                         :
3.      No.Induk/absen                      :
4.      Jenis kelamin                           :
5.      Tempat/tanggal lahir               :
6.      Hari/tanggal observasi :
7.      Tempat observasi                    :
8.      Waktu                                     :
II.             Aspek yang Diobservasi :
Aktifitas belajar seeorang siswa di kelas pada jam pelajaran matematika.
III.          Petunjuk :
Berilah tanda cek (v) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan atau gejala yang nampak pada individu yang diobservasi.
No.
Pernyataan (sub-sub variabel)
Kemunculan (ya)
1.
Membuka buku paket matematika

2.
Berbincang dengan teman

3.
Bertanya kepada guru tentang materi pelajaran

4.
Berdiskusi dengan beberapa teman tentang materi pelajaran

5.
Mendengarkan penjelasan guru

6.
Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru




Pedoman observasi : skala penilaian kuantitatif (individual)
I.       Identitas siswa
1.      Nama                                       :
2.      Kelas/program                         :
3.      No induk/absen                       :
4.      Jenis kelamin                           :
5.      Tempat/tanggal lahir               :
6.      Hari/tanggal observasi :
7.      Tempat observasi                    :
8.      Waktu                                     :
II.      Aspek yang diobservasi :
Aktifitas belajar seorang siswa di kelas pada jam pelajaran matematika.
III.   Petunjuk :
Lingkarilah angka-angka di bawah ini sesuai dengan yang anda amati.        
Pernyataan
Alternative
Nilai 4
Nilai 3
Nilai 2
Nilai 1
Membuka buku cetak
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
Bertanya
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
Mengerjakan tugas
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
Mengacau
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
dll
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
Komentar/kesimpulan :
.....................................................................................................................................

Jember,..........200....
                                                                                                                     Observer :
.................................

Keterangan :
Pernyataan positif :
Rentangan setiap aspek yang diobserbasi adalah berskala 1-10, artinya :
9-10 nilainya adalah 4, berarti alternattifnya selalu
7-8 nilainya adalah 3, berarti alternatifnya sering
6-4 nilainya adalah 2, berarti alternatifnya jarang
2-3 nilainya adalah 1, berarti alternatifnya sangat kurang

Pernyataan negatif :
Rentangan setiap aspek yang diobservasi adalah berskala 1-10, artinya :
1-2 nilainya adalah 4, berarti alternatifnya selalu
3-4 nilainya adalah 3, berarti alternatifnya sering
5-7 nilainya adalah 2, berarti alternatifnya jarang
8-10 nilainya adalah 1, berarti alternatifnya sangat kurang

















Pedoman observasi : Skala Penilaian Deskriptif (individual)
I.            Identitas siswa
1.      Nama
2.      Kelas/program
3.      No.induk/absen
4.      Jenis kelamin
5.      Tempat/tgl lahir
6.      Hari/tgl observasi
7.      Tempat observasi
8.      Waktu
II.         Aspek yang diobservasi :
        Aktivitas belajar seorang siswa di kelas pada jam pelajaran matematika.
III.      Petunjuk :
  Berikan tanda cek (v) pada kolom yang sesuai dengan gejala tingkah laku pada individu yang Anda amati.

No.
Pernyataan
Alternatif
Aktif
Jarang
Tidak aktif
1.
Membaca buku cetak



2.
Mengerjakan tugas dari guru



3.
Bertanya



4.
Dll



Komentar/kesimpulan:
............................................................................................................................
Jember,........200...
                                                                                                          Observer :
.............................

Pedoman Observasi : Skala  Penilaian Grafis (Individual)

I.         Identitas Siswa :
1.     Nama                           :
2.     Kelas/program             :
3.     No.induk/absen           :
4.     Jenis kelamin               :
5.     Tempat/tgl lahir           :
6.     Hari/tgl observasi        :
7.     Tempat observasi        :
8.     Waktu                         :
II.      Aspek yang  Diobservasi :
Kebiasaan mengikuti pelajaran di kelas.
III.   Petunjuk :
Berikan tanda cek (v) pada garis skala penilaian di bawah sesuai gejala tingkah laku pada individu yang Anda amati.
----------------------------------------------------------------------------------------------
1.    Kehadiran siswa mengikuti pelajaran
--|--|--|--|--1--|--|--|--|--|--|--2--|--|--|--|--3--|--|--|--
          Terlambat      Sedikit terlambat       Tepat waktu      Sangat awal
2.    Persiapan mengikuti pelajaran
--|--|--|--|--1--|--|--|--|--|--|--2--|--|--|--|--3--|--|--|--
          Terlambat      Sedikit terlambat       Tepat waktu      Sangat awal
3.    Sikap duduk
--|--|--|--|--1--|--|--|--|--|--|--2--|--|--|--|--3--|--|--|--
          Terlambat      Sedikit terlambat       Tepat waktu      Sangat awal
4.    Menanggapi penjelasan guru
--|--|--|--|--1--|--|--|--|--|--|--2--|--|--|--|--3--|--|--|--
          Terlambat      Sedikit terlambat       Tepat waktu      Sangat awal
5.    Dll.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Komentar/kesimpulan :
....................................................................................................................
Jember, .............200.....
                                                                                                     Observer :
                                                                                                     ......................
Lampiran 2. Contoh catatan anekdot

Form I : Catatan Asli
Siswa:..............................
Kelas:..............................

Kejadian :

Tanggal:................................................
Tempat:.................................................


Pengamat : ...............

Form II : Catatan untuk Beberapa Peristiwa
Siswa : .............................................L/P                       Kelas : .................................
No.
Tanggal
Tempat
Kejadian
Komentar/interpretasi
Saran








Tabel ringkasan catatan anekdot berkala
Siswa : ..............................................L/P                   Kelas : ....................................
No.
Tanggal
Tempat
Pengamat
Kejadian












Lampiran 3. Contoh pedoman wawancara

Pedoman Wawancara

1.                  Wawancara ke       :
2.                  Waktu wawancara            :
3.                  Tempat wawancara           :
4.                  Masalah                 :
5.                  Nama siswa                       :
6.                  Proses wawancara :

                                                Table 4.9
No.
Pertanyaan
Deskripsi/ jawaban













7.                  Kesimpulan/ catatan          :





                                                                                                            Pewawancara

                                                                                                ………………




Lampiran 4. Contoh angket sosiometri

ANGKET SOSIOMETRI (1)
Nama           : ........................................................................ L/P
Kelas           : ..................................................................................
Tanggal       : ..................................................................................
Kriterium     : untuk kegiatan belajar kelompok
Pilhan I        : .................................................................................
Alasan          : .................................................................................
Pilihan II      : ....................................................................................
Alasan          : ...................................................................................
ANGKET SOSIOMETRI(2)
Nama : ...........................................      L/P        : ........................................
Umur : ............................................     Alamat  : ........................................

Isilah titik-titik dibawah ini dengan sejujurnya:
1.     Pilihlah 3 (tiga) orang teman anda dalam kelas ini yang anda senangi untuk diajak belajar bersama:
a)         ..............................., alasannya .............................................
b)        ..............................., alasannya .............................................
c)          .............................., alasannya .............................................
2.     Pilihlah seorang teman Anda yang paling Anda senangi untuk menjadi ketua kelompok belajar:
..........................................., alasannya ............................................
3.     Pilihlah teman Anda yang paling Anda senangi untuk menjadi ketua kelas:
.........................................., alasannya ............................................
4.     Pilihlah 3 (tiga) orang teman Anda dalam kelas ini yang Anda senangi untuk diajak bermain-main bersama (misalnya: kesenian, olahraga, dan lain-lain):
a)         ................................, alasannya ..........................................
b)        ................................, alasannya ..........................................\
c)         ................................, alasannya ..........................................
5.     Pilihlah 3 (tiga) orang teman Anda dalm kelas ini yang kurang anda senangi:
a)        ................................, alasannya ..........................................
b)        ................................, alasannya ..........................................
c)        ................................, alasannya ..........................................
6.     Pilihlah seorang teman Anda dalam kelas ini yang paling Anda senangi:
.............................................., alasannya ..........................................

2 komentar:

  1. Dunia Yang Akan Mewujudkan Impian Anda,Kami Akan Memberikan solusi mengatasi masalah ekonomi anda.
    Hanya Dengan Bermodalkan Kepercayaan Dan Keyakinan/TOGEL YANG TERBAIK. Kami Hadir Untuk Menjalin Tali Silatuh Rahmi,Guna Untuk Membantu Para Masyarakat Di Muka Bumi Ini ,Dengan Segala Permasalahan Yang Ada,Karena Di Dalam Masyarakat Yang Kita Tahu Saat Sekarang Ini,Masih Banyak Masyarakat Yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan,Untuk Itu,Izinkan Saya Mbah Karwo Untuk Memberikan Solusi Terbaik Untuk Anda Yang Sangat Membutuhkan.Ada Berbagai Cara Untuk Membantu Mengatasi Masalah Perekonomian,Dengan Jalan ; 1,Melalui Angka Togel Jitu ; Supranatural 2,Pesugihan Serba Bisa 3,Pesugihan Uang Balik/Bank ghaib 4,Ilmu Pengasihan 5,DLL HANYA DENGAN BERMODALKAN KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN,INSYA ALLAH ITU SEMUANYA AKAN BERHASIL SESUAI DENGAN KEINGINAN ANDA... Dunia yang akan mewujudkan impian anda dalam sekejab dan menuntaskan masalah keuangan anda dalam waktu yang singkat. Mungkin tidak pernah terpikir dalam hidup kita untuk menyentuh hal hal seperti ini. Ketika terpikirkan kekuasaan, uang dalam genggaman, semua bisa dikendalikan sesuai keinginan kita.Semua bisa diselesaikan secara logika.Tapi akankah logika selalu bisa menyelesaikan masalah kita. Pesugihan Mbah Karwo Mbah memiliki ilmu supranatural yang bisa menghasilkan angka angka putaran togel yang sangat mengagumkan, ini sudah di buktikan member bahkan yang sudah merasakan kemenangan(berhasil), baik di indonesia maupun di luar negeri.. ritual khusus di laksanakan di tempat tertentu, hasil ritual bisa menghasilkan angka 2D,3D,4D,5D.6D. sesuai permintaan pasien.Mbah bisa menembus semua jenis putaran togel. baik itu SGP/HK/Malaysia/Sydnei, maupun putaran lainnya. Mbah Akan Membantu Anda Dengan Angka Ghoib Yang Sangat Mengagumkan "Kunci keberhasilan anda adalah harus optimis karena dengan optimis.. angka hasil ritual pasti berhasil !! BERGABUNGLAH DAN RAIH KEMENANGAN ANDA..! Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar dengan sangat Membutuhkan Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!! Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini 1. Di Lilit Hutang 2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel 3. Barang berharga Anda Sudah Habis Buat Judi Togel 4. Anda Sudah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang tepat Jangan Anda Putus Asa…Selama Mentari Masih Bersinar Masih Ada Harapan Untuk Hari Esok.Kami akan membantu anda semua dengan Angka Ritual Kami..Anda Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya Saja… Apabila Anda Ingin Mendapatkan Nomor Jitu 2D 3D 4D 6D Dari Mbah Karwo Selama Lima Kali Putaran,Silahkan Bergabung dengan Uang Pendaftaran Paket 2D Sebesar Rp. 300.000 Paket 3D Sebesar Rp. 500.000 Paket 4D Sebesar Rp. 700.000 Paket 6D Sebesar Rp. 1.500.000 dikirim Ke Rekening BRI.Atas Nama:No Rekening PENDAFTARAN MEMBER FORMAT PENDAFTARAN KETIK: Nama Anda#Kota Anda#Kabupaten#Togel SGP/HKG#DLL LALU kirim ke no HP : ( 0852-3162-7267 ) SILAHKAN HUBUNGI EYANG GURU:0852-3162-7267

    BalasHapus
  2. terima kasih banyank atas asanya blog ini. alhamdulillah dengan adanya materi dari blog ini saya bisa mengerjakan tugas kampus saya.

    BalasHapus